Kerangka Perintis Dapat Mengurangi Permintaan Energi di Rumah dan Gedung

TerasKaltim

Thermal Interactions Schematic

Para peneliti membuat kasus untuk mengubah cara kita berpikir tentang kebutuhan pemanasan dan pendinginan di gedung-gedung.

Pemanasan dan pendinginan bangunan merupakan bagian besar dari permintaan energi global dan sumber signifikan emisi CO2 dan gas rumah kaca, dan dalam beberapa dekade mendatang permintaan energi untuk pemanasan dan pendinginan – juga dikenal sebagai energi panas – diperkirakan akan tumbuh pesat. Para ilmuwan dan insinyur telah membuat banyak kemajuan dalam menurunkan permintaan energi bangunan dengan meningkatkan efisiensi energi dalam teknologi bangunan dan mengurangi kehilangan energi melalui dinding dan jendela bangunan.

Sekarang, para peneliti khawatir bahwa hanya mengatasi masalah melalui teknologi dan desain hemat energi akan mencapai batas praktisnya. Jadi para peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory (Berkeley Lab), National Renewable Energy Laboratory, dan UC Berkeley telah memelopori kerangka kerja baru yang menentukan energi termal minimum yang diperlukan untuk menjaga kenyamanan penghuni gedung.

Dalam sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Joule, mereka membuat kasus untuk menghitung beban termal minimum teoritis untuk secara dramatis menurunkan energi yang dibutuhkan untuk memanaskan dan mendinginkan bangunan.

“Pekerjaan kami menunjukkan bahwa beban termal saat ini di gedung-gedung lebih dari urutan besarnya lebih tinggi dari beban termal minimum teoretis,” kata Ravi Prasher, Associate Lab Director for Energy Technologies Berkeley Lab dan penulis makalah terkait. “Faktanya, beban termal minimum teoretis menunjukkan bahwa pada bangunan tempat tinggal, energi yang digunakan untuk memanaskan atau mendinginkan seluruh bangunan untuk kenyamanan penghuni bisa antara 19 hingga 40 kali lebih rendah.”

Beban termal minimum teoretis tidak menghitung jumlah pemanasan atau pendinginan yang diperlukan untuk membuat ruang yang tidak nyaman menjadi nyaman, melainkan menetapkan dasar baru untuk kenyamanan penghuni dengan parameter bangunan yang berbeda. Dengan menghitung garis dasar ini, para peneliti mengidentifikasi batas fisik untuk pengurangan penggunaan energi panas, yaitu titik di mana pengurangan lebih lanjut dalam energi panas akan menyebabkan ketidaknyamanan penghuni.

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*