Amankah Melakukan Pijat Pada Bayi?

Pijat bayi memang punya banyak manfaat. Mulai dari menstimulasi gerak motorik dan sensorik bayi, membuat si kecil lebih rileks hingga bisa membantu bayi tidur lebih nyenyak.

Selain di tempat-tempat baby spa, sebagian orang tua mempercayakan bayinya dipijat di tukang urut. Sebenarnya bolehkah memijat bayi di tukang urut?

Menurut laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada dasarnya yang dimaksud dengan pijat dan urut memiliki kemiripan yaitu merupakan bentuk manipulasi jaringan lunak secara manual dengan cara memegang, menggerakkan, dan atau memberikan penekanan pada tubuh untuk memberi pengaruh positif.Meski begitu, secara prinsip, pijat dan urut punya makna berbeda, Moms. Urut sering kali dikaitkan dengan istilah dukun pijat atau paraji yang melakukan pijatan untuk menyembuhkan penyakit. Sehingga, tujuan dari urut lebih ke penyembuhan suatu penyakit. Demi tujuan ini juga, menurut laman IDAI, terkadang pijatan pada bayi boleh terus dilakukan walaupun bayi merasa tidak nyaman dan menangis–mungkin karena sakit.

Sementara itu, pijat bayi merupakan bentuk stimulasi yang harus dilakukan dalam kondisi menyenangkan, dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian stimulasi lainnya seperti auditori berupa musik, suara, atau stimulasi visual, dan sangat bergantung pada respons bayi. Ya, Moms, jika bayi menangis saat dipijat, maka Anda harus menghentikannya.

Pijat bayi harus dilakukan senyaman mungkin dan bisa membuat si kecil bahagia. Untuk itu, dr. Ameetha menyarankan, pijat bayi sebaiknya memang dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Selain bisa meningkatkan bonding antara Anda dan bayi, stimulasi pijat juga merupakan cara orang tua berkomunikasi dengan buah hatinya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>